Pasar Natal di Kota Nürnberg


 

IMG_2003.JPG

Saya memang penggemar pasar2 tradisional. Pada akhir November 2015 kemarin ini di kota tua, pasar Natal di Nürnberg telah dibuka. Pasar Natal ini terletak di Hauptmarkt dan hanya 10 menit berjalan kaki dari stasiun kereta api utama kota Nürnberg.

Christkindlesmarkt atau pasar Natal yang diadakan setiap tahun di Nürnberg, Jerman ini berlangsung selama Advent. Pasar Natal ini bukanlah yang tertua di Jerman dan bukan pula yang terbesar di Jerman, tetapi dengan sekitar lebih dari 2 juta pengunjung, pasar Natal Nürnberg ini adalah salah satu yang paling populer di Jerman dan yang paling terkenal di dunia.

Kami bertanya di bagian di informasi Tourismus Nürnberg, “Apa yang membuat pasar Natal di Nürnberg ini menjadi sangat terkenal di Jerman?”

IMG_1998.JPG

Pertama, karena masih sangat tradisional, di dalam dokumen disebutkan pertama kali dibuka pada tahun 1628. Sebagian besar barang-barang yang dijual di pasar yang dibuat oleh produsen tradisional daerah dan bahkan 180 kios masih terbuat dari pohon cemara.

Kedua, Gingerbread atau Lebkuchen, ditemukan di Franconia pada abad ke 13 dan Nürnberg menjadi eksportir paling terkenal dan sekarang dikenal dengan Nürnberger Lebkuchen.

Processed with VSCOcam with 5 preset

Nürnberger Lebkuchen Wicklein inilah yang paling favorit buat saya. Dari merk Schmidt yang terkenal, Elisen Lebkuchen yang di dekat Albrecht Dürer dan bakery Der Beck, juaranya tetap di Wicklein. 

Lalu adanya sister cities market, di sini anda akan melihat sekitar 20 kota partner dari berbagai negara ikut meramaikan pasar Natal Nürnberg dengan ciri khas negara mereka masing-masing. Mulai dari Atlanta hingga Sri Lanka.

IMG_2005.JPG

IMG_1992.JPG

The Christkind telah menjadi simbol dari pasar Natal Nürnberg selama beberapa dekade. Seorang gadis pirang antara umur 16-19 tahun yang dipilih setiap setahun sekali dengan menggunakan mahkota emas dan gaun putih yang sangat berkilau dan dirinya membuka Christkindlesmarkt dengan prolog di balkon Gereja Frauenkirche. Sayang sekali kami tidak sempat bertemu dengan Christkind ini, karena kami datang pada saat hari kerja.

Setiap tahun, yang saya tunggu-tunggu adalah roti Stollen yang dijual di salah satu stand pasar Natal ini. Wajar saja saya mengidam lama dengan roti Stollen, karena hanya ada setahun sekali. Walau di supermarket mereka juga menyediakan roti Stollen dan toko roti di dekat rumah pun juga menjual tetapi pilihan saya tetap jatuh ke Ibu yang satu ini. Dan ternyata, tanpa saya sadari kami telah berlangganan sejak tahun 2009. Wow!

Processed with VSCOcam with a5 preset

 

 

Processed with VSCOcam with a5 preset

 

Ada satu bagian khusus untuk pasar Natal anak-anak. Ada 5 wahana permainan mulai dari carousel dua tingkat, bianglala dan perahu ayun atau kora-kora yang mungil. Juga ada satu stand yang di mana bisa berfoto bersama dengan Santa Claus.

IMG_2035

Processed with VSCOcam with hb2 preset

 

Nürnberg kota yang menarik untuk dikunjungi dan menawarkan pengunjung lebih jauh dari sekedar pasar Natalnya. Selain sebagai kota yang indah dengan kota tua yang hampir sepenuhnya tertutup oleh tembok kota yang bersejarah. Dan pastinya masih banyak lagi yang harus dilihat di kota Nürnberg.

 

 

Cheese Cake

The Harvest Patissier & Chocolatier , Jakarta, strawberry cheese cake mereka memang juara! Parah banget enaknya 😀

Rasanya yang khas, tidak terlalu manis dan tidak juga hambar benar2 membuat saya ketagihan dengan strawberry cheese cake mereka.

Waktu saya hamil anak pertama, saya ngga ngidam sama sekali dengan cheese cake Harvest. Tapi setelah anak saya lahir, saya benar2 rindu amat sangat dengan strawberry cheese cake.

Saya penasaran sekali bagaimana cara membuat cheese cake seperti Harvest?

Awalnya saya banyak mencoba dari satu resep ke resep lainnya. Dan akhirnya saya menemukan resep dari Laura Vitale (laurainthekitchen).

Wah, hepi sekali ketika saya dapat resep cheese cake yang satu ini. Setidaknya mengobati rasa rindu saya akan cheese cake-nya Harvest 😀

http://www.laurainthekitchen.com/recipes/raspberry-swirl-cheesecake/

Processed with VSCOcam with hb1 preset

Di resep Laura Vitale, penggunaan sour cream saya ganti dengan mascarpone.

Sekedar tips, lebih baik menggunakan bahan2 yang berkualitas bagus. Untuk cream cheese, saya menggunakan Philadelphia. Kebetulan saya mempunyai teman di Jakarta yang mempunyai usaha bisnis kue. Karena di Jakarta belum ada merk Philadephia, teman saya ini merekomendasikan memakai Elle & Vire, dan jika tidak ada bisa diganti ke merk Anchor. Dan untuk mascarpone, saya pilih merk Galbani. 

Untuk topping, bisa sesuai selera. Kali ini saya memakai topping buah berry beku.

Processed with VSCOcam with a9 preset

Secara keseluruhan cheese cake ini sebenarnya tidak sulit untuk dibuat asalkan kita mengikuti stepnya dengan baik dan benar.

Selamat mencoba bagi penggemar cheese cake! Kalau ada yang punya resep cheese cake favoritnya boleh di share yaa 😀

Menu Spesial Di Saat Weekend

Menu masakan yang saya sajikan untuk keluarga kecil saya memang sedikit berbeda jika di saat weekend. Lupakan diet 😀 dan saatnya santai bersama keluarga.

Masakan berbahan dasar ayam ini selalu menjadi menu favorit keluarga kecil saya. Ayam bakar atau ayam goreng, selalu menjadi pilihan. Akhir2 ini saya lebih sering membuat ayam bakar kecap.

Sambal terasi tidak akan mungkin ketinggalan donk, ditambah potongan ketimun *lupa beli kol* dan telur padang.

Kemarin ini, di toko Asia ada makanan beku yang terbuat dari olahan cumi dan alhamdulillah berlogo halal, saya pun langsung tertarik untuk membelinya dan ternyata anak sulung saya ketagihan sekali dengan Ika Maki Squid ini 😀 *nanti kita beli lagi ya, bang?*

Untuk Tahu Pong, seperti biasa Tahu dan Tempeh hanya datang 1xseminggu di kota tempat saya tinggal. Jadi biasanya Tahu Tempeh ini sudah saya booking duluan dan sorenya saya ambil 😀

Semenjak menetap di luar negeri, saya ngga pernah bosan makan Tahu Tempeh. Hanya makan dengan nasi hangat, sambal terasi sudah benar2 nikmat luar biasa buat saya dan suami.

Di foto ini, nasi masih belum matang *sabar yaa* dan menu seperti inilah yang menjadi menu paling favorit buat keluarga kecil saya.

Processed with VSCOcam with a9 preset

Resep ayam bakar saya dapatkan dari sajian sedap :

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 ekor ayam kampung
1 sendok teh air jeruk nipis
2 lembar daun salam
2 cm jahe, dimemarkan
1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
2 sendok makan kecap manis
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah sisir
1/4 sendok teh merica bubuk
300 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
1/2 sendok makan ketumbar
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 butir kemiri, disangrai
1/4 sendok teh jintan

Bahan Olesan (aduk Rata):
3 sendok makan kecap manis
1 sendok teh minyak goreng

Cara Pengolahan :

  1. Belah ayam menjadi 2 bagian. Lumuri dengan air jeruk nipis.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, jahe, dan serai sampai harum.
  3. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna. Masukkan air, kecap manis, garam, gula merah, dan merica bubuk. Masak sampai meresap.
  4. Bakar ayam sambil diolesi bahan olesan sampai harum.

Untuk 4 porsi

Mudah dan sederhana-kan resepnya, hidangkan dengan sambal kecap pedas. Selamat mencoba….

Hallo, Dresden

IMG_9367

Hampir setiap tahun kami ikut menemani suami dinas di luar kota. Perjalanan dengan menggunakan kereta kurang lebih 4,5 jam dari kota tempat tinggal kami. Kebetulan juga jadwal dinas-nya bapak anak2 lebih sering ketika musim dingin datang.
Ketika itu, kami tiba di Dresden hampir tengah malam dan suhu berkisar minus 6C. Hotel di mana kami menginap kebetulan dekat sekali dari kota tua.

Karena hari sudah malam dan mungkin bisa jadi kota ini terlihat sangat sepi sekali, di dalam kereta pun juga tidak banyak orang. Kanan kiri jalan ada beberapa bangunan2 yang masih diperbaharui. Ya, inilah kota Dresden di Jerman. Kota tua ini akan membawa para traveller seolah kembali ke abad 18.

Processed with VSCOcam with j6 preset

Walaupun hari ini Dresden tampak cantik, tidak ada yang menyangka kota ini pernah hancur lebur. Pada Perang Dunia II, pesawat-pesawat Inggris membombardir seluruh kota untuk melumat kekuatan Nazi Jerman. Berbagai bangunan bersejarah termasuk Frauenkirche, tinggal puing-puing belaka.

Inilah gereja Frauenkirche, juga terlihat patung Martin Luther bapak reformasi gereja, yang berada di halaman gereja Frauenkirche. Patung di depan gereja Frauenkirche itu pun menjadi monumen peringatan menentang perang dan penghancuran.

Processed with VSCOcam with j4 preset

Frauenkirche (Church of Our Lady), gereja kristen Lutheran yang paling terkenal di Dresden dan menjadi icon kota tersebut. Gereja ini hancur dibom saat Perang Dunia ke-2 dan dibangun kembali setelah bersatunya Jerman tahun 1990.

Gereja Frauenkirche ini sangat mudah di temukan karena letaknya berada di tengah kota tua Dresden. Jika ingin menikmati keindahan dalam gereja tanpa berdesak-desakan dengan pengunjung lainya saya sarankan untuk datang di pagi hari saja, sebelum menjelang siang. (FYI: di sekeliling Frauenkirche ada banyak restaurant dan cafe, yang menyajikan makanan asia, eropa dan amerika).

Ini adalah jembatan Augustus atau Augustusbrücke jembatan tertua di Dresden, jembatan diatas sungai Elbe.

IMG_9371

Melewati Augustusstrasse (Jalan Augustus), di jalan tersebut terletak lukisan besar di dinding, Fürstenzug, menggambarkan raja-raja yang pernah berkuasa di Sachsen (Saxony). Kemudian lukisan sepanjang 100 meter tersebut diganti dengan porselen dan menjadi karya seni porselen terbesar di dunia.

Processed with VSCOcam with j4 preset

Karena ada beberapa tempat yang masih tidak sempat kami kunjungi seperti Semper Oper, Zwinger, Goldener Reiter, juga di Dresden banyak pula museum terkenal seperti Deutsche Hygienie Museum, Transport Museum, akan menjadi list selanjutnya untuk kami jika berkunjung ke Dresden kembali.

Dresden memiliki area perbelanjaan yang sangat luas, yaitu di daerah bernama Altmarkt (Old market) dengan salah satu pusat pertokoan terkenalnya Altmarkt Gallerie. Altmarkt bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit dari Frauenkirche.

Dan jangan lupa juga untuk mencoba kue khas dari kota cantik ini seperti, Baumkuchen dan Dresdner Christstollen yang terkenal itu.

Sarapan, Yuk! Edisi Ketoprak

Ketoprak yang satu ini adalah langganan keluarga saya sejak tahun 1998. Kami pelanggan setia si abang. Abang ini berjualan dari komplek rumah saya sampai mangkal di daerah Kelapa Gading seberang Pastel Ma’Cik.

Hampir hari Sabtu dan Minggu kami selalu sarapan dengan ketoprak buatan si abang. Biasanya si abang selalu menambahkan rebusan cabai rawit jika memang kurang pedas. Seperti biasa, saya selalu minta bumbu kacang dan kerupuk yang banyak.

Pernah suatu ketika saya sudah menetap di luar negeri, si abang memberikan kerupuk mentah untuk di kasih ke saya. Terima kasih, bang ketoprak 😀

Siapa saja pasti suka dan pernah memakan ketoprak. Namun kali ini saya coba membuat Ketoprak kreasi saya sendiri, dan ini resep yang saya dapatkan dari sajian sedap.

Processed with VSCOcam with a9 preset
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 buah (250 gram) tahu putih
1/2 sendok teh garam
2 siung bawang putih, dihaluskan
150 ml air
5 buah lontong, dipotong-potong
100 gram taoge, diseduh
100 gram bihun, diseduh
2 1/2 sendok makan kecap manis
2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
50 gram kerupuk kanji, digoreng
minyak untuk menggoreng

Bahan Sambal Kacang:
10 sendok makan kacang tanah kulit, digoreng
5 buah cabai rawit ( cabai rawit saya rebus )
10 siung bawang putih
2 1/2 sendok teh garam
100 gram gula merah
1 sendok teh air asam (dari 1 sendok teh asam jawa dan 1 sendok makan air)
250 ml air

Cara Pengolahan :

  1. Rendam tahu putih dalam larutan garam, bawang putih, dan air. Goreng sampai matang. Potong kotak.
  2. Sambal kacang: haluskan cabai rawit, bawang putih, kacang tanah goreng, garam, dan gula merah. Masukkan air dan air asam. Aduk rata.
  3. Sajikan lontong, tahu, taoge, bihun, dan sambal kacang. Beri kecap manis.
  4. Tabur bawang merah goreng. Sajikan dengan kerupuk kanji.

Untuk 4 porsi

Anak2 pun suka sekali dengan Ketoprak buatan Ibu mereka. Ternyata membuat Ketoprak tidak sesulit yang saya bayangkan. 😀

Turkish Manti

Pertama kali mencoba Manti ini kalau tidak salah sekitar tahun 2009 ketika musim panas. Makanan ini seperti pangsit rebus dalam bentuk mungil dengan isian daging sapi giling. Ditambah yoghurt, saos paprika dan bawang putih segar yang di-geprek (susahnya lagiii bahasa saya, maafkan). 😀 Manti ini biasanya disajikan dalam bentuk dingin dan sebagai makanan pembuka.

Karena sering belanja lauk di toko Turki, di bagian freezer saya melihat ada Manti beku yang instan. Kebetulan ada beberapa Manti juga yang dijual kering. Kayaknya saya lebih sreg dengan Manti yang beku ini.

Saya ikuti step by step cara penyajiannya. Di rebus dalam waktu 8-10 menit, kasih garam sedikit. Lalu siapkan panci, lelehkan butter dan tambahkan Turkish paprika paste dan tomato paste. Aduk rata, tambahkan air dan kaldu.

Berbagi info sedikit, saya pernah ketika membuat saos Manti ini menggunakan Italian tomato paste, tetapi hasilnya sangat jauh berbeda, jadi lebih baik gunakan yang Turki saja.

Inilah awal pertama kalinya saya mulai menyukai masakan Turki. Processed with VSCOcam with e6 preset

Biasanya saya menambahkan saos sambal botolan (saya pecinta sambal *Dua Belibis*). Dijamin pasti ketagihan!

*sssttt… untuk sambal Dua Belibis bisa beli di toko Bali Asia Markt München*

I Miss You, Dear Uncle

It was rainy day in November…

Looking through my photo album, I can still remember your smile and everything about you.

I am thankful for every single one of the moments we got to share. For all the love and support you have given me since the day I was born.

I wish I could be with you again, I wish I said goodbye before you left forever.

Never coming back.. never going to be seen again. I wish I was there, to say my final goodbyes.. but, I couldn’t.. I could not do it.

You were my Hero, you were loved by everyone, everyone misses you.

The words “Om Addi is gone” hit me like a hard blow! I couldn’t believe it.

The Uncle I loved was gone, gone forever!

Tears flow from my eyes, they flow down freely like a waterfall, the tears don’t stop.

You were never coming back! Even though you’re gone, I still miss you so much, I love you with all my heart.

(10.11.1936-11.11.2012)

I am sorry that I didn’t have a chance to tell you how much I loved you and how much I will miss you in every day.

Berlin Kota Yang Tidak Mudah Untuk Ditinggalkan – bagian 1

Apa saja ada di Berlin. Maksud saya, di hari Minggu pun beberapa Supermaket buka. Dan Berlin, selalu ramai dengan pengunjung. Gemerlap malam kotanya pun sangat cantik. Ya, Ibukota yang satu ini selalu membuat kerinduan tersendiri buat saya. Mungkin karena dari awal saya berasal dari kota metropolitan, keramaian di kota Berlin selalu menarik perhatian saya.

Di masa lampau, kota ini merekam banyak peristiwa besar. Pasca-Jerman bersatu, Berlin tumbuh menjadi kota metropolitan. Masih banyak lagi kisah sejarah yang tertinggal di sini.

Kuliner. Sudah pasti tujuan saya ketika berada di luar kota. Kuliner halal pastinya.

Awalnya saya tidak begitu suka dengan masakan Arab – semisal masakan Turki, Libanon, Persia, dsb. Lama2 masakan ini membuat saya ketagihan. Mungkin karena masakan ini pun selalu menjadi favorit bagi suami saya. Sepertinya virus ini sudah menular 😀

Berlin, selalu menjadi kota paling favorit buat saya dan suami. Terkadang kalau long weekend datang, Berlin pun yang menjadi tujuan liburan kami.

Di Berlin, menurut saya dan suami untuk makan termasuk murah dibandingkan dengan kota2 lainnya di Jerman. Dan porsi makanannya pun tergolong banyak.

Ada restoran Libanon yang bernama El-Reda. Dulu saya sering menemani teman2 makan di sini dan saya hanya menemani saja karena ya itu saya ngga begitu tertarik untuk mencoba menunya. Lalu suami saya cerita kalau El-Reda itu restoran paling ramai dan paling enak. Restoran ini pun tutup pukul 03:00 pagi. Wuah, semakin menjadi rasa penasaran saya.

Ternyata benar adanya, hampir setiap hari menu ini menjadi favorit buat keluarga kecil saya ketika di Berlin. Nasi Basmati, daging kambing panggang, dan saos sambal pun tersedia di sini, konon katanya saking banyaknya orang Indonesia yang makan di sini jadi yang punya resto pun menyediakan sambal. Jangan lupa jika mampir ke Berlin luangkan waktu ke El-Reda. Pasti anda pun dibuat ketagihan.

Ishin, restoran Jepang yang mempunyai menu berbeda dari restoran Jepang lainnya. Ada banyak Ishin di Berlin, tapi dari awal yang saya kunjungi adalah Ishin yang di daerah Friedrichstraße. 

Asari Cey-Ro, nasi jepang dengan tumis kerang dara, ditambah saos berbumbu yang rasanya pedas manis, acar Jepang, rumput laut, irisan batang teratai dan daun bawang, luar biasa enak. Harga 1 porsi ini cukup 4,5 Euro saja (itu tahun 2009). Kemarin ini harganya sudah 6,5 Euro. Serius, beneran puas makan di Ishin dan selalu pesan menu yang satu ini.

Siomay Abang2 ala bang Udin

Siomay, makanan favorit saya. Dulu ketika di Jakarta, hampir setiap minggu kakak ipar saya menelpon untuk menanyakan mau beli siomay bang Udin ngga? Dan pada saat keponakan saya Ulang Tahun sekitar tahun 2003, karena penggemar siomay bang Udin ini hampir semua keluarga saya jadinya kakak ipar saya buat acara syukuran ulang tahun dengan menu siomay bang Udin. Tekstur siomay yang kenyal, padat ngga terlalu terasa sekali ikannya dan bumbu kacang yang nikmaaat banget sampai saya masih hapal sekali dengan rasanya.

Akhir2 ini saya suka buat siomay dari satu resep ke resep yang lain sampai ketemu yang pas dengan rasa siomay bang Udin rasanya susah. Siomay ala si abang Udin ini terasa padat teksturnya karena komposisi ‘aci’ atau tepung tapioka yang lebih banyak, namun rasa kenyal inilah yang seringkali membuat ketagihan. Tapi, ngga ada salahnya saya coba buat siomay yang satu ini siapa tahu anak2 ketagihan juga seperti Ibunya. Dan lumayan untuk pengobat kangen kuliner rumahan Jakarta.

Langkah pertama yang saya buat adalah saos kacangnya. Dulu, setiap membuat bumbu kacang selalu beli kacang tanah dalam jar yang di jual di Supermarket. Gara2 sering ngeblender kacang, itu alat blender sering rusak. Ganti terus sampai yang kedua kalinya. Nyerah dan rusak lagi. Akhirnya ketemu juga food processor mungil merk WMF yang sudah berumur 2 tahun, sahabatlah buat saya karena membantu semua bumbu dapur.

Untuk membuat saos kacang saya selalu pakai selai Pindakaas 500 gram. Lalu tambahannya 5 cabai merah besar, 7 siung bawang putih (lebih banyak), 15 cabai rawit, 1 siung bawang merah, 1 siung bawang bombay kecil. Sebelum di blender halus, semua bumbu ini digoreng terlebih dahulu.
Tuangkan bumbu yang sudah di blender ke dalam panci, masukkan selai kacang lalu aduk tambahkan air, garam, gula merah, gula pasir dan daun jeruk. Masak hingga mendidih dan matang. Cicipi rasanya. Angkat. Jangan lupa tambahkan kaldu ayam.

Nah, selanjutnya bahan utamanya. Jika anda memiliki food processor, maka membuat siomay adalah pekerjaan yang sangat mudah dan cepat. Masukkan semua bahan, proses sebentar dan jadilah adonan siomay yang siap kukus.

IMG_8384

Membuat siomay sendiri sangat mudah, murah dan hasilnya sangat memuaskan, dan yang paling penting adalah terjamin kualitasnya karena anda menggunakan bahan-bahan terbaik yang bisa anda peroleh.

Bagi anda yang berminat, ini resep yang saya pakai dari sajian sedap.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
25 lembar kulit siomay siap pakai

Bahan Isi:
200 gram paha ayam fillet, dicincang halus
75 gram udang kupas, dicincang halus
75 gram kulit ayam, dicincang halus ( saya ngga pakai ini)
2 siung bawang putih, dihaluskan
2 batang daun bawang kecil, diiris halus
1/2 sendok makan kecap ikan
2 sendok teh minyak wijen
1 sendok makan minyak ayam bawang (dari 150 gram kulit ayam dimasak sampai berminyak dan ditambahkan 3 siung bawang putih, dicincang)
2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh gula pasir
1 putih telur
300 ml air es (saya ganti dengan santan kelapa 100 ml)
175 gram tepung sagu

Cara membuat:

  1. Isi, campur ayam, udang, kulit ayam, bawang putih, daun bawang, kecap ikan, minyak wijen, minyak bawang, garam, merica bubuk, gula, dan putih telur. Uleni sampai tercampur rata.
  2. Masukkan air es. Uleni rata. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata.
  3. Ambil selembar kulit. Isi dan lipat sisinya. Semprotkan air di sisi siomay.
  4. Kukus di atas api sedang 20 menit sampai matang.

Jangan lupa hidangkan siomay dengan saus kacang dan saus sambal botolan.

*di kota saya tinggal, jeruk limo ngga ada jadi di bumbu kacang sengaja saya masukkan daun jeruk*