Sabar, Sabar dan Sabar

Coba inget-inget deh, dalam hidup ini kita pasti pernah ngomong kalimat yang kurang lebihnya seperti ini, “Untung gue masih sabar, kalo gak udah gue habisin tuh orang!” atau “Udah sabar aja, orang sabar disayang Tuhan” atau “Kesabaran gw juga ada batasnya! Jangan macem-macem deh lo!” hehehe… Pernah kan?

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kesabaran adalah kunci untuk meraih segala kebaikan dan kebahagiaan. Salah seorang sahabat Rasulullah, Umar bin Khatab, pun pernah berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.”

Sabar dalam menghadapi cobaan/ujian

Setiap manusia di dunia ini PASTI akan menghadapi cobaan dan ujian, bahkan mungkin musibah. Ini adalah hal yang pasti, cuma yang membedakan adalah bentuk ujian dan cobaannya aja. Saya atau anda pun mungkin akan berbeda dalam menjalani ujian yang diberikan oleh Allah. Namun, tujuan dari kita semua pasti sama, yaitu untuk meningkatkan tingkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

Jadi jelas bahwa untuk mencapai tingkat keimanan, seseorang harus diuji dulu. Bagaimana caranya agar berhasil menghadapi ujian? Ya harus dengan kesabaran! Namun pada saat menghadapi ujian, manusia sering merasa bahwa ujian yang ditimpakan kepadanya adalah yang paling berat se-dunia.

Allah berfirman, “Sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)

Dari ayat di atas, kita bisa melihat ternyata cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah itu banyak macamnya. Kemiskinan dan kekurangan harta mungkin bisa jadi adalah ujian yang paling berat untuk dihadapi. Makanya Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran dan kekufuran akan semakin mendekatkan kepada api neraka. Contoh mudahnya kita sering menyaksikan atau membaca di berita banyak orang yang bunuh diri akibat tidak sanggup menghadapi kemiskinan atau ada orang-orang yang menukar keimanannya (pindah agama) hanya untuk sekardus mie instan atau sepaket sembako.

Karenanya, sabar dalam menghadapi kemiskinan dan kekurangan harta adalah bentuk kesabaran yang paling krusial. Jika orang mampu menghadapinya, maka ia akan tumbuh menjadi orang-orang yang kuat mental dam imannya. Namun jika tidak, maka peluang untuk terjerumus ke dalam kemungkaran sangat besar. Lalu, bagaimana kalau sebaliknya, kita malah diberikan kekayaan dan kelebihan harta? Ya dengan cara bersyukur tentunya! Salah satunya, membantu orang-orang yang sedang mengalami kesusahan.

Sabar dalam menghadapi kezaliman

Dalam hidup ini, sudah menjadi hal yang wajar bahwa tidak semua orang akan senang kepada kita. Sebaik apapun itu orang, pasti akan ada yang tidak suka. Seorang Nabi Muhammad saw yang bersih dari dosa pun masih ada saja yang tidak senang kepadanya. Kalau seorang nabi saja ada yang tidak suka, apalagi kita manusia?

Ada kalanya kita difitnah untuk sesuatu yang tidak kita kerjakan, ada kalanya orang-orang ingin menjatuhkan kita karena persaingan, dan ada juga memang orang-orang yang kerjaannya hanya untuk membenci dan mencari-cari kesalahan kita untuk apapun yang kita kerjakan. Jadi memang dalam hidup ini pasti akan ada orang-orang yang tidak suka dengan kita, atau sebutan kerennya “haters”. Tapi gak apa-apa, it’s normal. We can’t make thousands of friends without making some haters.

Kalau kata Paulo Coelho, “Haters are confused admirers who can’t understand why everybody else likes you.” Orang-orang yang tidak senang kepada kita ini mungkin tidak habis pikir kenapa banyak orang yang suka dengan A, misalkan. Jadi, cara untuk menjatuhkan si A ya dia akan berusaha dengan segala macam cara, baik itu dari yang baik-baik hingga memfitnah dan menzalimi dengan cara-cara tidak sehat.

Tenang aja, jangan sedih saat kita difitnah, ditindas atau dizalimi. Allah tidak pernah tidur, Dia Maha Mengetahui dan Maha Adil terhadap apa yang dilakukan hamba-hamba-Nya.

Percayalah, betapapun beratnya fitnah dan bentuk ketidakadilan yang dihadapi, Allah akan selalu ada bersama kita. Bukankah Allah Swt sendiri yang mengatakan di dalam Al-Qur’an, “Laa tahzan, innallaaha ma’anaa…” yang artinya, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…” (QS. At-Taubah [9]: 40). Dalam ayat yang lain dikatakan, “innallaaha ma’ashshaabiriin” atau Allah bersama orang-orang yang sabar.

Namun, sebagai manusia biasa yang lemah, di saat mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi dahsyatnya, terkadang iman kita tidak cukup kuat, mengalami keletihan, dan kesabaran pun hilang.
Maka dari itu, Allah sudah memberikan solusi yang terbaik, yaitu dengan cara selalu mengingatnya (dengan cara shalat) dan juga melalui kesabaran. Itulah sebenar-benarnya penolong dan sebagai kunci untuk meraih kemenangan. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Tentunya harus dipahami bahwa konsep sabar dalam Islam bukan berarti kita hanya pasrah dan diam berpangku tangan dalam menghadapi segala fitnah, penindasan dan kezaliman. Ada saat kita harus melawan jika memang sudah keterlaluan agar kebenaran bisa ditegakkan. Sabar bukan hanya pasif berdiam diri, tapi ia adalah sikap aktif dan melakukan aksi dengan ketenangan, tanpa emosi, melalui perhitungan yang matang dan berorientasi ke depan untuk menghasilkan manfaat. Inilah strategi yang dijalankan oleh para nabi dan rasul di zaman dulu saat menghadapi kezaliman para musuh-musuh Islam.

Sabar Membawa Kemenangan

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat yang baik, (yaitu) Surga ‘Aden yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), ‘Salaamun ‘alaikum bimaa shabartum’ (keselamatan untukmu karena kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 22-24)

Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menghadapi segala ujian hidup baik berupa kesulitan, fitnah, kezaliman, hinaan, dsb. Semoga dengan itu maka Allah akan memberikan ganjaran terbaiknya bagi kita, yaitu berupa rahmat, kebaikan seperti dalam firman-Nya, “Mereka itulah (orang-orang sabar) yang akan mendapatkan keberkahan sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka…” (QS. Al-Baqarah [2]: 157)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s