Turkish Manti

Pertama kali mencoba Manti ini kalau tidak salah sekitar tahun 2009 ketika musim panas. Makanan ini seperti pangsit rebus dalam bentuk mungil dengan isian daging sapi giling. Ditambah yoghurt, saos paprika dan bawang putih segar¬†yang di-geprek (susahnya lagiii bahasa saya, maafkan). ūüėÄ Manti ini biasanya disajikan dalam bentuk dingin dan sebagai makanan pembuka.

Karena sering belanja lauk di toko Turki, di bagian freezer saya melihat ada Manti beku yang instan. Kebetulan ada beberapa Manti juga yang dijual kering. Kayaknya saya lebih sreg dengan Manti yang beku ini.

Saya ikuti step by step cara penyajiannya. Di rebus dalam waktu 8-10 menit, kasih garam sedikit. Lalu siapkan panci, lelehkan butter dan tambahkan Turkish paprika paste dan tomato paste. Aduk rata, tambahkan air dan kaldu.

Berbagi info sedikit, saya pernah ketika membuat saos Manti ini menggunakan Italian tomato paste, tetapi hasilnya sangat jauh berbeda, jadi lebih baik gunakan yang Turki saja.

Inilah awal pertama kalinya saya mulai menyukai masakan Turki. Processed with VSCOcam with e6 preset

Biasanya saya menambahkan saos sambal botolan (saya pecinta sambal *Dua Belibis*). Dijamin pasti ketagihan!

*sssttt… untuk sambal Dua Belibis bisa beli di toko Bali Asia Markt M√ľnchen*

I Miss You, Dear Uncle

It was rainy day in November…

Looking through my photo album, I can still remember your smile and everything about you.

I am thankful for every single one of the moments we got to share. For all the love and support you have given me since the day I was born.

I wish I could be with you again, I wish I said goodbye before you left forever.

Never coming back.. never going to be seen again.¬†I wish I was there, to say my final goodbyes.. but, I couldn’t.. I could not do it.

You were my Hero, you were loved by everyone, everyone misses you.

The words “Om Addi is gone” hit me like a hard blow! I couldn’t believe it.

The Uncle I loved was gone, gone forever!

Tears flow from my eyes, they flow down freely like a waterfall, the tears don’t stop.

You were never coming back!¬†Even though you’re gone, I still miss you so much, I love you with all my heart.

(10.11.1936-11.11.2012)

I am sorry that I didn’t have a chance to tell you how much I loved you and how much I will miss you in every day.

Berlin Kota Yang Tidak Mudah Untuk Ditinggalkan – bagian 1

Apa saja ada di Berlin. Maksud saya, di hari Minggu pun beberapa Supermaket buka. Dan Berlin, selalu ramai dengan pengunjung. Gemerlap malam kotanya pun sangat cantik. Ya, Ibukota yang satu ini selalu membuat kerinduan tersendiri buat saya. Mungkin karena dari awal saya berasal dari kota metropolitan, keramaian di kota Berlin selalu menarik perhatian saya.

Di masa lampau, kota ini merekam banyak peristiwa besar. Pasca-Jerman bersatu, Berlin tumbuh menjadi kota metropolitan. Masih banyak lagi kisah sejarah yang tertinggal di sini.

Kuliner. Sudah pasti tujuan saya ketika berada di luar kota. Kuliner halal pastinya.

Awalnya saya tidak begitu suka dengan masakan Arab – semisal masakan Turki, Libanon, Persia, dsb. Lama2 masakan ini membuat saya ketagihan. Mungkin karena masakan ini pun selalu menjadi favorit bagi suami saya. Sepertinya virus ini sudah menular ūüėÄ

Berlin, selalu menjadi kota paling favorit buat saya dan suami. Terkadang kalau long weekend datang, Berlin pun yang menjadi tujuan liburan kami.

Di Berlin, menurut saya dan suami untuk makan termasuk murah dibandingkan dengan kota2 lainnya di Jerman. Dan porsi makanannya pun tergolong banyak.

Ada restoran Libanon yang bernama El-Reda. Dulu saya sering menemani teman2 makan di sini dan saya hanya menemani saja karena ya itu saya ngga begitu tertarik untuk mencoba menunya. Lalu suami saya cerita kalau El-Reda itu restoran paling ramai dan paling enak. Restoran ini pun tutup pukul 03:00 pagi. Wuah, semakin menjadi rasa penasaran saya.

Ternyata benar adanya, hampir setiap hari menu ini menjadi favorit buat keluarga kecil saya ketika di Berlin. Nasi Basmati, daging kambing panggang, dan saos sambal pun tersedia di sini, konon katanya saking banyaknya orang Indonesia yang makan di sini jadi yang punya resto pun menyediakan sambal. Jangan lupa jika mampir ke Berlin luangkan waktu ke El-Reda. Pasti anda pun dibuat ketagihan.

Ishin, restoran Jepang yang mempunyai menu berbeda dari restoran Jepang lainnya. Ada banyak Ishin di Berlin, tapi dari awal yang saya kunjungi adalah Ishin yang di daerah Friedrichstraße. 

Asari Cey-Ro, nasi jepang dengan tumis kerang dara, ditambah saos berbumbu yang rasanya pedas manis, acar Jepang, rumput laut, irisan batang teratai dan daun bawang, luar biasa enak. Harga 1 porsi ini cukup 4,5 Euro saja (itu tahun 2009). Kemarin ini harganya sudah 6,5 Euro. Serius, beneran puas makan di Ishin dan selalu pesan menu yang satu ini.

Siomay Abang2 ala bang Udin

Siomay, makanan favorit saya. Dulu ketika di Jakarta, hampir setiap minggu kakak ipar saya menelpon untuk menanyakan mau beli siomay bang Udin ngga? Dan pada saat keponakan saya Ulang Tahun sekitar tahun 2003, karena penggemar siomay bang Udin ini hampir semua keluarga saya jadinya kakak ipar saya buat acara syukuran ulang tahun dengan menu siomay bang Udin. Tekstur siomay yang kenyal, padat ngga terlalu terasa sekali ikannya dan bumbu kacang yang nikmaaat banget sampai saya masih hapal sekali dengan rasanya.

Akhir2 ini saya suka buat siomay dari satu resep ke resep yang lain sampai ketemu yang pas dengan rasa siomay bang Udin rasanya susah.¬†Siomay ala si abang Udin ini terasa padat teksturnya karena komposisi ‘aci’ atau tepung tapioka yang lebih banyak, namun rasa kenyal inilah yang seringkali membuat ketagihan.¬†Tapi, ngga ada salahnya saya coba buat siomay yang satu ini siapa tahu anak2 ketagihan juga seperti Ibunya. Dan lumayan untuk pengobat kangen kuliner rumahan Jakarta.

Langkah pertama yang saya buat adalah saos kacangnya. Dulu, setiap membuat bumbu kacang selalu beli kacang tanah dalam jar yang di jual di Supermarket. Gara2 sering ngeblender kacang, itu alat blender sering rusak. Ganti terus sampai yang kedua kalinya. Nyerah dan rusak lagi. Akhirnya ketemu juga food processor mungil merk WMF yang sudah berumur 2 tahun, sahabatlah buat saya karena membantu semua bumbu dapur.

Untuk membuat saos kacang saya selalu pakai selai Pindakaas 500 gram. Lalu tambahannya 5 cabai merah besar, 7 siung bawang putih (lebih banyak), 15 cabai rawit, 1 siung bawang merah, 1 siung bawang bombay kecil. Sebelum di blender halus, semua bumbu ini digoreng terlebih dahulu.
Tuangkan bumbu yang sudah di blender ke dalam panci, masukkan selai kacang lalu aduk tambahkan air, garam, gula merah, gula pasir dan daun jeruk. Masak hingga mendidih dan matang. Cicipi rasanya. Angkat. Jangan lupa tambahkan kaldu ayam.

Nah, selanjutnya bahan utamanya. Jika anda memiliki food processor, maka membuat siomay adalah pekerjaan yang sangat mudah dan cepat. Masukkan semua bahan, proses sebentar dan jadilah adonan siomay yang siap kukus.

IMG_8384

Membuat siomay sendiri sangat mudah, murah dan hasilnya sangat memuaskan, dan yang paling penting adalah terjamin kualitasnya karena anda menggunakan bahan-bahan terbaik yang bisa anda peroleh.

Bagi anda yang berminat, ini resep yang saya pakai dari sajian sedap.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
25 lembar kulit siomay siap pakai

Bahan Isi:
200 gram paha ayam fillet, dicincang halus
75 gram udang kupas, dicincang halus
75 gram kulit ayam, dicincang halus ( saya ngga pakai ini)
2 siung bawang putih, dihaluskan
2 batang daun bawang kecil, diiris halus
1/2 sendok makan kecap ikan
2 sendok teh minyak wijen
1 sendok makan minyak ayam bawang (dari 150 gram kulit ayam dimasak sampai berminyak dan ditambahkan 3 siung bawang putih, dicincang)
2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh gula pasir
1 putih telur
300 ml air es (saya ganti dengan santan kelapa 100 ml)
175 gram tepung sagu

Cara membuat:

  1. Isi, campur ayam, udang, kulit ayam, bawang putih, daun bawang, kecap ikan, minyak wijen, minyak bawang, garam, merica bubuk, gula, dan putih telur. Uleni sampai tercampur rata.
  2. Masukkan air es. Uleni rata. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata.
  3. Ambil selembar kulit. Isi dan lipat sisinya. Semprotkan air di sisi siomay.
  4. Kukus di atas api sedang 20 menit sampai matang.

Jangan lupa hidangkan siomay dengan saus kacang dan saus sambal botolan.

*di kota saya tinggal, jeruk limo ngga ada jadi di bumbu kacang sengaja saya masukkan daun jeruk*

Mie Ayam Jamur Bakso

Sudah hampir 3 tahun ngga aktif lagi di wordpress, sekarang saatnya mulai menulis kembali.

Sejak dua tahun belakangan ini, saya lumayan sering buat Mie Ayam Jamur terkadang pakai bakso atau pun ngga. Untuk pangsit goreng, kebetulan di kota saya mudah mendapatkannya. Biasanya di toko Asia mereka menjual wantan (kulit pangsit) yang untuk di sup atau di goreng.

Dan sudah hampir 1 tahun ini ada kenalan yang tinggal di luar kota, pasutri Indonesia yang jualan bakso sapi halal. Kebayangkan senangnya saya gimana… Alhamdulillah.

Processed with VSCOcam with hb1 preset

Di sini saya share resep Mie Ayam Jamur dari sajian sedap.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
600 gram mi bayam
2 siung bawang putih, dicincang halus
1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
1 cm jahe, dicincang halus
250 gram paha ayam fillet, tanpa kulit, dipotong kotak
100 gram jamur merang, potong 2 bagian
2 sendok makan saus tiram
1 sendok makan kecap manis
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
200 ml air
1/2 sendok makan tepung sagu dan 1 sendok makan air, dilarutkan untuk pengental
1 batang daun bawang, diiris halus
1/2 sendok teh minyak wijen
2 sendok makan minyak untuk menumis
1 tangkai seledri, diiris halus untuk taburan

Untuk Adukan Mi:
kecap asin secukupnya
minyak ayam (minyak yang dibuat dari gorengan kulit ayam)
garam dan merica secukupnya

Cara Pengolahan :

  1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang bombay, dan jahe sampai harum. Tambahan ayam. Aduk sampai berubah warna.
  2. Masukkan jamur merang. Aduk rata. Tambahkan saus tiram, kecap manis, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
  3. Tuang air. Didihkan. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup. Tambahkan daun bawang dan minyak wijen. Aduk rata.
  4. Sajikan dengan mi bayam, taburan seledri, dan kuah.

Untuk 6 porsi

Untuk sambal bakso biasanya saya rebus cabai merah dan bawang putih, saring lalu blender dan tambahkan garam, gula dan cuka *sesuai selera*