Berlin Kota Yang Tidak Mudah Untuk Ditinggalkan – bagian 1

Apa saja ada di Berlin. Maksud saya, di hari Minggu pun beberapa Supermaket buka. Dan Berlin, selalu ramai dengan pengunjung. Gemerlap malam kotanya pun sangat cantik. Ya, Ibukota yang satu ini selalu membuat kerinduan tersendiri buat saya. Mungkin karena dari awal saya berasal dari kota metropolitan, keramaian di kota Berlin selalu menarik perhatian saya.

Di masa lampau, kota ini merekam banyak peristiwa besar. Pasca-Jerman bersatu, Berlin tumbuh menjadi kota metropolitan. Masih banyak lagi kisah sejarah yang tertinggal di sini.

Kuliner. Sudah pasti tujuan saya ketika berada di luar kota. Kuliner halal pastinya.

Awalnya saya tidak begitu suka dengan masakan Arab – semisal masakan Turki, Libanon, Persia, dsb. Lama2 masakan ini membuat saya ketagihan. Mungkin karena masakan ini pun selalu menjadi favorit bagi suami saya. Sepertinya virus ini sudah menular😀

Berlin, selalu menjadi kota paling favorit buat saya dan suami. Terkadang kalau long weekend datang, Berlin pun yang menjadi tujuan liburan kami.

Di Berlin, menurut saya dan suami untuk makan termasuk murah dibandingkan dengan kota2 lainnya di Jerman. Dan porsi makanannya pun tergolong banyak.

Ada restoran Libanon yang bernama El-Reda. Dulu saya sering menemani teman2 makan di sini dan saya hanya menemani saja karena ya itu saya ngga begitu tertarik untuk mencoba menunya. Lalu suami saya cerita kalau El-Reda itu restoran paling ramai dan paling enak. Restoran ini pun tutup pukul 03:00 pagi. Wuah, semakin menjadi rasa penasaran saya.

Ternyata benar adanya, hampir setiap hari menu ini menjadi favorit buat keluarga kecil saya ketika di Berlin. Nasi Basmati, daging kambing panggang, dan saos sambal pun tersedia di sini, konon katanya saking banyaknya orang Indonesia yang makan di sini jadi yang punya resto pun menyediakan sambal. Jangan lupa jika mampir ke Berlin luangkan waktu ke El-Reda. Pasti anda pun dibuat ketagihan.

Ishin, restoran Jepang yang mempunyai menu berbeda dari restoran Jepang lainnya. Ada banyak Ishin di Berlin, tapi dari awal yang saya kunjungi adalah Ishin yang di daerah Friedrichstraße. 

Asari Cey-Ro, nasi jepang dengan tumis kerang dara, ditambah saos berbumbu yang rasanya pedas manis, acar Jepang, rumput laut, irisan batang teratai dan daun bawang, luar biasa enak. Harga 1 porsi ini cukup 4,5 Euro saja (itu tahun 2009). Kemarin ini harganya sudah 6,5 Euro. Serius, beneran puas makan di Ishin dan selalu pesan menu yang satu ini.

6 thoughts on “Berlin Kota Yang Tidak Mudah Untuk Ditinggalkan – bagian 1

      1. Aku semalem setelah baca2 di blogmu langsung buka blog baru lho… Insyaallah isinya cerita2 berbahasa Indonesia dan nggak resep doang hihi… Tp belum ada isinya Dew. Makasih sudah menginspirasi dan semoga rajin nulisnya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s