Cheese Cake

The Harvest Patissier & Chocolatier , Jakarta, strawberry cheese cake mereka memang juara! Parah banget enaknya 😀

Rasanya yang khas, tidak terlalu manis dan tidak juga hambar benar2 membuat saya ketagihan dengan strawberry cheese cake mereka.

Waktu saya hamil anak pertama, saya ngga ngidam sama sekali dengan cheese cake Harvest. Tapi setelah anak saya lahir, saya benar2 rindu amat sangat dengan strawberry cheese cake.

Saya penasaran sekali bagaimana cara membuat cheese cake seperti Harvest?

Awalnya saya banyak mencoba dari satu resep ke resep lainnya. Dan akhirnya saya menemukan resep dari Laura Vitale (laurainthekitchen).

Wah, hepi sekali ketika saya dapat resep cheese cake yang satu ini. Setidaknya mengobati rasa rindu saya akan cheese cake-nya Harvest 😀

http://www.laurainthekitchen.com/recipes/raspberry-swirl-cheesecake/

Processed with VSCOcam with hb1 preset

Di resep Laura Vitale, penggunaan sour cream saya ganti dengan mascarpone.

Sekedar tips, lebih baik menggunakan bahan2 yang berkualitas bagus. Untuk cream cheese, saya menggunakan Philadelphia. Kebetulan saya mempunyai teman di Jakarta yang mempunyai usaha bisnis kue. Karena di Jakarta belum ada merk Philadephia, teman saya ini merekomendasikan memakai Elle & Vire, dan jika tidak ada bisa diganti ke merk Anchor. Dan untuk mascarpone, saya pilih merk Galbani. 

Untuk topping, bisa sesuai selera. Kali ini saya memakai topping buah berry beku.

Processed with VSCOcam with a9 preset

Secara keseluruhan cheese cake ini sebenarnya tidak sulit untuk dibuat asalkan kita mengikuti stepnya dengan baik dan benar.

Selamat mencoba bagi penggemar cheese cake! Kalau ada yang punya resep cheese cake favoritnya boleh di share yaa 😀

Menu Spesial Di Saat Weekend

Menu masakan yang saya sajikan untuk keluarga kecil saya memang sedikit berbeda jika di saat weekend. Lupakan diet 😀 dan saatnya santai bersama keluarga.

Masakan berbahan dasar ayam ini selalu menjadi menu favorit keluarga kecil saya. Ayam bakar atau ayam goreng, selalu menjadi pilihan. Akhir2 ini saya lebih sering membuat ayam bakar kecap.

Sambal terasi tidak akan mungkin ketinggalan donk, ditambah potongan ketimun *lupa beli kol* dan telur padang.

Kemarin ini, di toko Asia ada makanan beku yang terbuat dari olahan cumi dan alhamdulillah berlogo halal, saya pun langsung tertarik untuk membelinya dan ternyata anak sulung saya ketagihan sekali dengan Ika Maki Squid ini 😀 *nanti kita beli lagi ya, bang?*

Untuk Tahu Pong, seperti biasa Tahu dan Tempeh hanya datang 1xseminggu di kota tempat saya tinggal. Jadi biasanya Tahu Tempeh ini sudah saya booking duluan dan sorenya saya ambil 😀

Semenjak menetap di luar negeri, saya ngga pernah bosan makan Tahu Tempeh. Hanya makan dengan nasi hangat, sambal terasi sudah benar2 nikmat luar biasa buat saya dan suami.

Di foto ini, nasi masih belum matang *sabar yaa* dan menu seperti inilah yang menjadi menu paling favorit buat keluarga kecil saya.

Processed with VSCOcam with a9 preset

Resep ayam bakar saya dapatkan dari sajian sedap :

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 ekor ayam kampung
1 sendok teh air jeruk nipis
2 lembar daun salam
2 cm jahe, dimemarkan
1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
2 sendok makan kecap manis
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah sisir
1/4 sendok teh merica bubuk
300 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
1/2 sendok makan ketumbar
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 butir kemiri, disangrai
1/4 sendok teh jintan

Bahan Olesan (aduk Rata):
3 sendok makan kecap manis
1 sendok teh minyak goreng

Cara Pengolahan :

  1. Belah ayam menjadi 2 bagian. Lumuri dengan air jeruk nipis.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, jahe, dan serai sampai harum.
  3. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna. Masukkan air, kecap manis, garam, gula merah, dan merica bubuk. Masak sampai meresap.
  4. Bakar ayam sambil diolesi bahan olesan sampai harum.

Untuk 4 porsi

Mudah dan sederhana-kan resepnya, hidangkan dengan sambal kecap pedas. Selamat mencoba….

Hallo, Dresden

IMG_9367

Hampir setiap tahun kami ikut menemani suami dinas di luar kota. Perjalanan dengan menggunakan kereta kurang lebih 4,5 jam dari kota tempat tinggal kami. Kebetulan juga jadwal dinas-nya bapak anak2 lebih sering ketika musim dingin datang.
Ketika itu, kami tiba di Dresden hampir tengah malam dan suhu berkisar minus 6C. Hotel di mana kami menginap kebetulan dekat sekali dari kota tua.

Karena hari sudah malam dan mungkin bisa jadi kota ini terlihat sangat sepi sekali, di dalam kereta pun juga tidak banyak orang. Kanan kiri jalan ada beberapa bangunan2 yang masih diperbaharui. Ya, inilah kota Dresden di Jerman. Kota tua ini akan membawa para traveller seolah kembali ke abad 18.

Processed with VSCOcam with j6 preset

Walaupun hari ini Dresden tampak cantik, tidak ada yang menyangka kota ini pernah hancur lebur. Pada Perang Dunia II, pesawat-pesawat Inggris membombardir seluruh kota untuk melumat kekuatan Nazi Jerman. Berbagai bangunan bersejarah termasuk Frauenkirche, tinggal puing-puing belaka.

Inilah gereja Frauenkirche, juga terlihat patung Martin Luther bapak reformasi gereja, yang berada di halaman gereja Frauenkirche. Patung di depan gereja Frauenkirche itu pun menjadi monumen peringatan menentang perang dan penghancuran.

Processed with VSCOcam with j4 preset

Frauenkirche (Church of Our Lady), gereja kristen Lutheran yang paling terkenal di Dresden dan menjadi icon kota tersebut. Gereja ini hancur dibom saat Perang Dunia ke-2 dan dibangun kembali setelah bersatunya Jerman tahun 1990.

Gereja Frauenkirche ini sangat mudah di temukan karena letaknya berada di tengah kota tua Dresden. Jika ingin menikmati keindahan dalam gereja tanpa berdesak-desakan dengan pengunjung lainya saya sarankan untuk datang di pagi hari saja, sebelum menjelang siang. (FYI: di sekeliling Frauenkirche ada banyak restaurant dan cafe, yang menyajikan makanan asia, eropa dan amerika).

Ini adalah jembatan Augustus atau Augustusbrücke jembatan tertua di Dresden, jembatan diatas sungai Elbe.

IMG_9371

Melewati Augustusstrasse (Jalan Augustus), di jalan tersebut terletak lukisan besar di dinding, Fürstenzug, menggambarkan raja-raja yang pernah berkuasa di Sachsen (Saxony). Kemudian lukisan sepanjang 100 meter tersebut diganti dengan porselen dan menjadi karya seni porselen terbesar di dunia.

Processed with VSCOcam with j4 preset

Karena ada beberapa tempat yang masih tidak sempat kami kunjungi seperti Semper Oper, Zwinger, Goldener Reiter, juga di Dresden banyak pula museum terkenal seperti Deutsche Hygienie Museum, Transport Museum, akan menjadi list selanjutnya untuk kami jika berkunjung ke Dresden kembali.

Dresden memiliki area perbelanjaan yang sangat luas, yaitu di daerah bernama Altmarkt (Old market) dengan salah satu pusat pertokoan terkenalnya Altmarkt Gallerie. Altmarkt bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit dari Frauenkirche.

Dan jangan lupa juga untuk mencoba kue khas dari kota cantik ini seperti, Baumkuchen dan Dresdner Christstollen yang terkenal itu.

Sarapan, Yuk! Edisi Ketoprak

Ketoprak yang satu ini adalah langganan keluarga saya sejak tahun 1998. Kami pelanggan setia si abang. Abang ini berjualan dari komplek rumah saya sampai mangkal di daerah Kelapa Gading seberang Pastel Ma’Cik.

Hampir hari Sabtu dan Minggu kami selalu sarapan dengan ketoprak buatan si abang. Biasanya si abang selalu menambahkan rebusan cabai rawit jika memang kurang pedas. Seperti biasa, saya selalu minta bumbu kacang dan kerupuk yang banyak.

Pernah suatu ketika saya sudah menetap di luar negeri, si abang memberikan kerupuk mentah untuk di kasih ke saya. Terima kasih, bang ketoprak 😀

Siapa saja pasti suka dan pernah memakan ketoprak. Namun kali ini saya coba membuat Ketoprak kreasi saya sendiri, dan ini resep yang saya dapatkan dari sajian sedap.

Processed with VSCOcam with a9 preset
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 buah (250 gram) tahu putih
1/2 sendok teh garam
2 siung bawang putih, dihaluskan
150 ml air
5 buah lontong, dipotong-potong
100 gram taoge, diseduh
100 gram bihun, diseduh
2 1/2 sendok makan kecap manis
2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
50 gram kerupuk kanji, digoreng
minyak untuk menggoreng

Bahan Sambal Kacang:
10 sendok makan kacang tanah kulit, digoreng
5 buah cabai rawit ( cabai rawit saya rebus )
10 siung bawang putih
2 1/2 sendok teh garam
100 gram gula merah
1 sendok teh air asam (dari 1 sendok teh asam jawa dan 1 sendok makan air)
250 ml air

Cara Pengolahan :

  1. Rendam tahu putih dalam larutan garam, bawang putih, dan air. Goreng sampai matang. Potong kotak.
  2. Sambal kacang: haluskan cabai rawit, bawang putih, kacang tanah goreng, garam, dan gula merah. Masukkan air dan air asam. Aduk rata.
  3. Sajikan lontong, tahu, taoge, bihun, dan sambal kacang. Beri kecap manis.
  4. Tabur bawang merah goreng. Sajikan dengan kerupuk kanji.

Untuk 4 porsi

Anak2 pun suka sekali dengan Ketoprak buatan Ibu mereka. Ternyata membuat Ketoprak tidak sesulit yang saya bayangkan. 😀