Ibu Hamil vs Buah Durian

Wanita hamil tidak boleh makan durian.” Hmm.. mungkin Bunda pernah mendengar larangan itu.

Dan menurut dr. Fitriadi Kusuma, SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta sampai saat ini memang belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahwa buah durian tidak baik untuk Bunda yang sedang hamil. Meski begitu, ia mencoba menganalisisnya berdasarkan kandungan dalam buah musiman ini.

Buah durian mengandung banyak gas, glukosa, kolesterol dan juga sedikit alkohol. Setelah mengonsumsi durian, gas dalam perut Bunda bisa saja menimbulkan kontraksi. Dampak buruk lainnya Bunda bisa terkena diabetes karena glukosa yang ada dalam durian. sedangkan kolesterol dan alkohol menimbulkan efek buruk pada jantung.

Tapi Bunda boleh merasa lega karena menurut dr. Fitriadi akibat mengonsumsi durian tidak sampai menimbulkan hal negatif pada janin.

Ia menjelaskan sebenarnya tidak ada larangan makanan apa pun untuk wanita yang sedang hamil. Semua makanan boleh dikonsumsi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar porsinya. “Untuk durian satu atau dua biji saja sudah cukup, jangan lebih!” paparnya. Hal ini untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari kandungan durian (diabetes dan penyakit jantung).

Pada pasien dengan kehamilan trimester pertama sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak mencicipi buah ini. Karena pada usia kehamilan ini kontraksi yang timbul kemungkinannya lebih besar.

TIPS :
minum banyak air putih setelah mengonsumsi durian membantu menetralisir kembali tubuh Bunda.

Me Time

Setiap orang pasti membutuhkan “me” time. Ga cuma wanita karir, ibu rumah tangga pun, anak kuliahan.

Kabarnya nihh, jika seseorang sempat menikmati Me Time, rasa jenuh pada rutinitas bisa terobati.

Ada orang yang menggunakan Me Time untuk menikmati hobi, memanjakan diri sendiri di spa, bertemu saahabat lama, atau sekedar tidur sampai puas.

It’s a wonderful feeling, but most of all it clears the mind. It allows me to sort things out. New ideas, solutions to old problems, and other wonderful things pop into my mind as soon as silence surrounds me.

Jujur aja.. bagiku Me Time yg paliiing enaaak hanya dengan berada disamping Mama 🙂

Pak Harfan Laskar Pelangi

“Jangan Pernah Menyerah, Hiduplah Untuk Memberi Sebanyak-banyaknya bukan Menerima Sebanyak-banyaknya”.

Kalimat sederhana yang sarat makna, sebuah prinsip yang diam-diam menyelinap jauh dalam dada ini serta memberi arah, bahwa hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.

Pada kenyataannya dalam lingkungan kehidupan kita sekarang ini, banyak sekali yang bertentangan dengan nasihat Pak Harfan tadi, kita berusaha menerima sebanyak-banyak bukan memberi sebanyak-banyak.

Pak Harfan benar2 sosok teladan yang langka, dan hanya manusia berhati mulia yang bisa mengamalkannya. Banyak pesan moral pembangkit jiwa yang disampaikan Pak Harfan dalam Novel Laskar Pelangi. Salah satunya..
“Kecerdasan diukur bukan dengan angka, tetapi dengan hati”.

Beliau menorehkan benang merah kebenaran hidup yang sederhana melalui kata-katanya yang ringan namun bertenaga. Beliau membuat saya tercengang dengan petuahnya tentang keberanian pantang menyerah melawan kesulitan apa pun.

Memang benar apa yang pernah Bang Iwan bilang ke Dewi …
Pintar seseorang bukan dilihat dari kecerdasannya, akan tetapi dari hatinya… Yang terpenting itu ialah hati, Wi?? Berpikir bukan dengan Otak tetapi dengan Hati.. Itulah Ilmu yang tidak akan pernah mati

Indah jika di dunia ini dipenuhi manusia dengan kecerdasan hatinya.